Angka Prevelensi Stunting di Pekanbaru Capai 8,7 Persen

Berita84 Dilihat

KabarPekanbaru.com — Angka prevelensi stunting di Kota Pekanbaru 2023 mencapai 8,7 persen terbaik kedua setelah Kampar dengan angka prevelesi 7,6 persen di Provinsi Riau.

PJ Gubernur Riau, SF Hariyanto mengatakan dua daerah ini sangat terbaik dalam menekan angka stunting di wilayahnya.

“Kampar 7,6 persen dan Kotamadya Pekanbaru 8,7 persen. Dua daerah ini sangat terbaik,” ujarnya.

Atas capaian tersebut, Hariyanto menuturkan, Kampar dan Pekanbaru nantinya akan menerima penghargaan dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) karena telah berhasil menurunkan angka stunting di daerah kabupaten/kota.

Hariyanto mengatakan, prevalensi stunting Provinsi Riau 2023 berhasil mencapai target World Health Organization (WHO) yaitu 20 persen, bahkan telah berada di atas target RPJMN dan RPJMD 2024 yaitu 14 Persen.

“Jika dibandingkan dengan Provinsi lain yang ada di Indonesia, Riau menempati urutan ketiga Prevalensi Stunting terendah 2023 yaitu 13,6 persen, setelah Bali 7,2 persen, dan Jambi 13,5 persen,” teranagnya

Ia berharap untuk kabupaten/kota di Riau di 2025 mendatang stunting di seluruh daerah di Riau berada di bawah angka 10 persen.

“Saya yakin dan percaya, 2025 stunting di Riau di bawah 10 persen karena prevalensi stunting di Bumi Lancang Kuning ini menunjukkan tren penurunan, dimana 2013 lalu stunting Riau 36,8 persen dan pada 2023 sebesar 13,6 persen,” ujarnya.

“Artinya selama 10 tahun terakhir kita mampu menurunkan stunting sebesar 23,8 persen dengan rata-rata 2-3 persen per tahun,” pungkasnya.

Ia menilai upaya penurunan stunting di Riau tidak cukup hanya dilakukan oleh pemerintah saja namun juga membutuhkan peran berbagai pihak, termasuk bantuan dari pihak swasta.