Heboh Siswa di Riau Belajar di Bangunan Bekas Toilet, Ternyata Sudah Berlangsung 5 Tahun

Pendidikan73 Dilihat

KabarPekanbaru.com – Kabar adanya siswa di SDN 02 Desa Tanjung, Kecamatan Koto Kampar Hulu, Kabupaten Kampar, Riau belajar di bangunan eks toilet membuat heboh. Ternyata kondisi ini sudah berlangsung lima tahun terakhir.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala SDN 002 Tanjung Apriwardi membenarkan bahwa bangunan bekas WC itu sudah lama digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

“Anak-anak belajar di ruangan bekas WC itu sejak lima tahun lalu. Ruangan itu dipakai siswa kelas satu,” ujar Apriwadi, Selasa (11/6/2024).

Ia mengaku pihak sekolah sudah mengajukan proposal ke Dinas Pendidikan Pemkab Kampar untuk penambahan ruang kelas. Namun, sudah bertahun-tahun permintaan sekolah tak kunjung dikabulkan.

“Proposal ke Disdik sudah kita ajukan pada tahun 2022, untuk penambahan ruang kelas. Waktu itu orang dinas sudah datang meninjau. Katanya sudah oke, tapi entah apa masalahnya sampai sekarang tak ada hasil,” keluh Apriwardi.

Kepsek mengungkap bangunan tersebut terpaksa diisi sebanyak 18 orang murid kelas 1 sebab, tak ada lagi ruangan lain yang bisa dimanfaatkan untuk belajar anak-anak.

“Secara keseluruhan, SDN 002 ini ada 9 kelas, jumlah siswanya sebanyak 223 orang. Tapi karena kekurangan ruangan, jadi terpaksa bekas WC dijadikan tempat belajar anak-anak sebanyak 18 siswa,” jelasnya.

Apriwadi menyampaikan dulunya bangunan bekas WC berukuran 4×6 berdinding beton itu dijadikan gudang. Namun, kini disulap menjadi tempat belajar belasan murid, karena kekurangan kelas.

Sementara itu Penjabat (Pj) Gubernur Riau SF Hariyanto mengaku prihatin dan sangat menyayangkan hal itu terjadi di Riau.

SF Hariyanto meminta Pj Bupati Kampar, Hambali untuk mengecek ke lokasi. Ia menilai anak-anak sebagai penerus bangsa harus mendapatkan pendidikan yang layak.

“Saya minta Pj Bupati Kampar untuk cek kondisi sekolah itu dan segera cari solusi yang cepat,” ujar SF Hariyanto, kepada wartawan, Rabu (12/6/2024).

Tak hanya itu Pj Gubernur Riau juga meminta Dinas Pendidikan Provinsi Riau untuk berkoordinasi dengan Pemkab Kampar dalam menyelesaikan persoalan ini karena sekolah dasar adalah kewenangan kabupaten.

SF Hariyanto mengaku tak ingin siswa SDN 02 itu berlama-lama belajar di ruangan bekas toilet. “Bahkan saya dapat informasi ada juga SD tanpa dinding di Rantau Kasih. Saya usahakan CSR dari perusahaan untuk membangun sekolah itu,” janjinya.

Kabar adanya siswa belajar di bangunan bekas toilet sebelumnya diungkap Juru Bicara Fraksi Golkar DPRD Kampar Agus Candra saat rapat paripurna penyampaian pandangan umum fraksi-fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD tahun anggaran 2023 di ruang rapat paripurna DPRD Kampar, Bangkinang, Senin (10/6/2024).

“Saat ini yang lagi tranding ada bekas wc jadi ruang belajar. Mohon itu jadi perhatian kita bersama,” tegas Agus.

Kepada media usai rapat paripurna Agus mengatakan, sekolah tersebut adalah SDN 002 Tanjung, Kecamatan Koto Kampar Hulu. Persoalan ini sebenarnya telah mencuat dua tahun lalu, namun kembali mencuat saat ini karena diangkat pemberitaannya oleh media dan viral di media sosial.

Ia mengapresiasi upaya yang dilakukan kepala sekolah dengan memfungsikan toilet sebagai ruangan belajar.***